jump to navigation

‘Kentut’ Korups, Bau September 30, 2008

Posted by D. Pratama D in di mataku.
Tags:
add a comment

Jika dalam sebuah tempat, masa dan waktu selalu mengelilinginya, mungkin ini serupa halnya dengan sebuah Negara dan kasus korupsinya. Aku jadi geli dengan masalah ini. Di berbagai Negara, tak terkecuali yang namanya Indonesia, atau bias dibilang hamper semua Negara, kasus ini seperti wabah masuk angin yang dalam satu periode ‘masuk angin’ bias jadi sejumlah masyarakat terindikasi penyakit yang tak mematikan ini. Hanya saja, efek tambahan yang biasa disebut kentut merusak ketentraman sebagian masyarakat lainnya.

Begini jugalah nasib ‘kentut’ korupsi. Efeknya mewabah hingga menyebabkan ribuan orang merasakan betapa busuknya. Kadang bias lupa makan. Untuk memperlihatkan penderitaan, mereka ada yang menggelar aksi mogok, demonstrasi, atau hanya sekedar bilang, “Kami anti korupsi. Ya, kami anti korupsi sebelum orangtua kami duduk di jabatannya. Nanti kami anti korupsi lagi, tapi tentu saja setelah jabatan orangtua kami lengser.”

Di Negara kita, yang kita sebut Indonesia, prestasi dari tahun ketahun semakin meningkat. Jika beberapa decade lalu dinilai berbintang empat, sekarang kalau untuk masalah korupsi, kita bias berbangga dengan predikat berbintang lima. Jika dilhat dari segi perkembangan, kenyamanan, maupun kesejahteraan, kita masih jauh di bawah Negara-negara maju lainnya. Tapi harus kita sadari bahwasanya Negara ini adalah surga bagi makhluk sebangsa koruptor, spesies terdekat homo sapiens yang untuk membedakannya harus melalui tahap khusus yang hanya bias dilakukan oleh lembaga bernama KPK. Bangga?

Iklan